Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi
Allah, yang Maha Mengetahui seluruh rahasia tersembunyi dan dimana hati
mukminin bergetar tatkala mendengar asma-Nya. Shalawat dan salam semoga
tercurah pada penghulu sekalian Rasul, penyempurna risalah Ilahi beserta
keluarganya.
Saya ucapkan banyak terima kasih atas partisipasi rekan jamaah dzikrullah di
nusantara dalam kontribusinya pada syiar Islam di bidangnya masing-masing.
Kepada bapak H. Slamet Oetomo, saya juga menghaturkan terima kasih atas
wejangannya yang bermanfaat dalam perjalanan menuju ke hadirat Ilahi.
Dalam kesempatan ini, saya akan sampaikan perjalanan pengalaman keruhanian
saya serta apa dan bagaimana wejangan H. Slamet Oetomo tersebut. Sebelum saya
bertemu dengan pak Haji, demikian H. Slamet Oetomo biasa dipanggil, saya tinggal
di sebuah pesantren di Bogor. Sebuah pesantren yang menekankan nilai-nilai ajaran
tasawuf Imam Al Ghazaly. Kami dikondisikan dengan suasana nizham tasawuf yang
cukup ketat.
Namun anehnya, semakin dalam saya menekuni dunia tasawuf akhlakiah ini (bukan
tarikah seperti Naqshabandiyah, atau yang lain) justru saya mengalami rasa jenuh
yang luar biasa. Saya merasakan kelelahan yang sangat hebat. Dalam beribadah dan
bersyariat pun terasa banyak yang masih terlewatkan. Belum lagi tuntutan kualitas
dalam melakukannya. Saya merasa tidak mungkin melaksanakan ajaran Islam
secara total yakni melaksanakan ayat per ayat yang jumlahnya 6666 itu, ditambah
lagi dengan hadist yang jumlahnya mencapai ratusan ribu. Saya pernah berpikir
betapa ajaran Islam ini susah sekali untuk diamalkan, padahal kita terlanjur tahu
tentang segala kewajiban harus dilakukan. Baik yang berupa larangan maupun
perintah. Dan di dalam Al Qur'an sendiri, surat Al Baqarah ayat 208 menyatakan :
"Wahai orang yang beriman masuklah kalian dalam Islam secara keseluruhan, dan
janganlah kamu turut langkah-langkah syetan. Sesungguhnya syetan itu musuh
yang nyata bagimu" (QS 2:208).
Tiba-tiba saya menjadi sangat ngeri membaca peringatan ayat ini. Sebab kata
"kaffah" dalam ayat tersebut berarti keseluruhan ajaran Islam, dimana dalam
pemahaman saya, kita harus melaksanakan ajaran Islam ini dengan total tanpa
pilih-pilih lagi. Namun, terasa sekali betapa berat dalam merealisasikan tuntutan Al
Qur'an tersebut, padahal saya sudah berupaya dengan sungguh-sungguh. Mulai dari
menjaga pandangan dari perbuatan maksiat serta shalat-shalat sunnah dengan
diiringi puasa nabi Dawud dan mendawamkan wudhu', sampai-sampai ditengah
banyak orang tidur lelap, saya tidak ketinggalan tahajjud. Keadaan ini saya lakukan
selama bertahun-tahun, namun begitu melihat bahwa ajaran Islam tidak hanya itu,
saya pun mengalami kebingungan. Karena terasa bahwa saya masih jauh dari kata
"kaffah". Terus apanya yang salah?
Mulailah saya bertanya dalam diri, apakah ada yang salah dalam ibadah saya? Saya
berpikir bahwa hanya diri saya yang mengalami kegelisahan tersebut namun
ternyata banyak keluhan serupa terlontar dari ikhwan-ikhwan yang juga ketat dalam
menjaga syariat.
Kalaulah saya tidak takut dosa mungkin saya akan mencari jalan lain untuk
mendapatkan kedamaian dan ketentraman. Saya juga mengintip apa yang dilakukan
orang lain dalam mencari kedamaian dan ketentraman. Dari sekian banyak yang
saya temui melihat perilaku orang lain dalam mencari solusi, tidak salah lagi
…..kebatinan dan dunia klenik, mistis, perdukunan jadi pelabuhan jiwanya.
Sementara sebagian lagi terjebak oleh retorika ilmiah yang disajikan dengan
memisahkan tidak ada hubungannya dengan agama sama sekali, apalagi dengan
dunia mantra-mantra. Dalam hal ini saya tidak akan membahas mengenai
bagaimana dan tidak akan membuka perdebatan masalah apa yang dilakukan orang
lain. Dari pergolakan jiwa saya yang menggelegak itulah saya bertemu dengan H.
Slamet Oetomo. Lewat butiran mutiara nesehatnya itulah, saya mengambil
kesimpulan bahwa tidak akan pernah ada dan mampu manusia di kolong semesta ini
untuk berIslam dengan "kaffah", kecuali mendapatkan karunia dan bimbingan Allah
secara langsung.
Di dalam perenungan saya sangat heran, betapa tidak, sedikitpun saya tidak pernah
merencanakan benci atau marah terhadap seseorang yang menyinggung hati. Tapi
kenapa benci dan marah itu datang tanpa bisa saya cegah. Namun sebaliknya
kenapa untuk berbuat baik dan ikhlash harus memerlukan tenaga dan upaya yang
sangat luar biasa. Kenapa kebaikan tidak menjadi terasa ringan dan mudah sehingga
tak terasa beban dalam fikiran maupun perasaan. Rasa marah berganti senyum,
rasa benci menjadi kasih sayang, dari tidak khusyu' menjadi khusyu' dan seterusnya.
Dan seharusnyalah sifat-sifat baik ini mengalir seperti ilham yang menuntun perilaku
kita. Suatu malam, saya keluhkan hal ini kepada Allah tentang keletihan hati dan
ketidakmampuan untuk berbuat lebih banyak menjalankan syariat Islam. Saya
pasrah dan mohon bimbingan agar ditunjukkan ke jalan yang diridhoi .
Selama ini kita dipaksa untuk percaya terhadap suatu keyakinan tanpa pernah
memahami mengapa kita harus meyakininya. Keadaan inilah yang menyebabkan
keyakinan seseorang akan mudah lepas dan selalu dalam keraguan. Misalnya begini,
si Ahmad memberitahu Salman bahwa gula itu rasanya manis. Berita dari Ahmad ini
adalah bentuk informasi yang memaksa Salman untuk percaya (wajibul yakin)
kemudian dilanjutkan untuk melakukan memakan gula tersebut dan apa yang
dikatakan oleh Ahmad ternyata benar bahwa gula yang baru saja dimakan rasanya
benar-benar manis. Pada tingkat ini pengetahuan Salman bertambah dari wajibul
yakin menjadi ainul yakin (merasakan sendiri) kemudian menjadi haqqul yakin,
karena ia betul-betul mengalami secara langsung bukan sekedar katanya si Ahmad.
Akan tetapi bahkan Salman sudah sekaligus mengisbathkan (keyakinan yang tidak
bisa diubahkan) kebenaran informasi tersebut.
Sampai di sini, keyakinan Ahmad dan Salman tidak akan mampu lagi diubah oleh
orang lain, walaupun dipenggal leher sekalipun. Nah…keyakinan seperti inilah yang
kita harapkan dalam beribadah kepada Allah serta mempercayai ayat-ayat sampai
kepada keadaan yang sebenarnya (hakikinya).
Dari hasil perbincangan dengan rekan-rekan yang tergabung dalam majlis dzikir ini,
banyak pengalaman yang telah mereka lalui. Apa yang mereka katakan hampir sama
dengan apa yang telah saya lakukan. Dan ternyata mereka juga mengalami hal yang
sama atas perubahan-perubahan dalam manisnya ibadah, sehingga berkembang
memasuki keadaan hakikat yang sebenarnya dari bentuk syariat yang dilakukan.
Anda tidak usah khawatir untuk memasuki dunia iman lantas takut sesat, tidak!!!
Saya justru hanya mengajak melakukan apa yang telah kita dapatkan, kalau
sekiranya ada amalan yang keluar dari dasar Islam maka anda mempunyai hak
untuk menentukan keluar dari majelis dzikir ini.
Banyak orang terjebak dalam menilai sesuatu. Kita digiring kepada persoalan yang
sempit. Kerohanian tidak banyak dikenal orang Islam lantaran takut sesat seperti
Syekh Mansyur Al Hallaj atau Syekh Siti Jennar yang terkenal dengan ajaran
wihdatul wujud atau manunggaling kawula gusti. Dua orang yang dianggap sesat,
menghalangi kita untuk belajar lebih dalam ilmu hakikat. Padahal berapa ribu ulama
yang tidak sesat dalam belajar menghayati ruhiyah Islamiyah seperti Hujjatul Islam
Imam Al Ghazaly, Imam Annafiri, Imam Syafi'i, Imam Hambali, Imam Hanafi, para
sahabat rasul, serta Sunan bonang, Sunan Maulana Malik Ibrahim, Sunan Kali Jaga
yang merupakan guru Syekh Siti Jennar, dan seterusnya yang hidup dengan ruhiyah
Islamiyah. Tapi mengapa kita hanya mempersoalkan kesesatan dua tokoh tersebut.
Kenapa kita tidak melihat ulama yang tidak sesat seperti yang disebutkan tadi. Ada
sentimen apa sehingga begitu gencarnya mengekspos sesat dan bid'ah terhadap
yang sungguh-sungguh dalam bermujahadah kepada Allah yang Maha Ghaib….dan
mengatakan belajar ilmu hakikat ini divonis haram.
Dan yang perlu kita catat, kesesatan itu tidak hanya pada ilmu kerohanian saja. ilmu
fiqih, ilmu ekonomi, ilmu akuntansi dan ilmu komputer, atau ilmu apa saja dapat
dibawa menuju kesesatan. Kenapa anda tidak pernah takut untuk belajar ilmu
akuntansi, padahal dengan ilmu ini orang bisa menggunakannya untuk korupsi
(maling) juga ilmu yang lainnya. Semoga kita tidak terpengaruh oleh pendapat
sempit yang ia tidak pernah memasuki atau menghayati kedalaman Islam secara
menghujam hingga ke lubuk hati.
Akibatnya kita menjadi korban atas pemberitaan yang tidak seimbang. Islam yang
kita lakukan sekarang menjadi setengah hati, tidak sampai menghunjam ke dalam
akar iman yang sebenarnya. Kita tidak pernah lagi mendengar suara hati kita
terharu ketika berhadapan dengan Allah. Apakah hati kita berguncang keras tatkala
asma Allah disebutkan berkali-kali?
Ketakutan kita terhadap pemahaman tasawuf, yang menurut prasangka kita akan
menyesatkan seperti yang terjadi pada Syekh Mansyur Al Hallaj atau Syekh Siti
Jennar, telah membuat asma Allah tidak lagi mampu menyejukkan dan
menggetarkan jiwa. Padahal keadaan itu merupakan tanda-tanda keimanan
seseorang.
Untuk itulah, agar kita tidak terjebak dalam pemahaman sesat seperti di atas,
agaknya kita perlu menengok perjalanan sejarah pengalaman para nabi dan rasul
dalam merentas jalan keruhanian menuju lautan cinta dan kasih sayang Allah SWT
Senin, 26 Januari 2009
Announcement on Humor
Peringatan Hak Cipta:
Ngguyu iku termasuk salah siji hak asasine menungso, dhadhi gak perlu
mbayar. Aku gak masalah lek bukuku iku nyebar nang endhi ae, tapi lek
onok wong sing sampek wani ngomersilno, tak dungakno ngguyu pitung
turunan gak isok mingkem.
by Mas Budhi Santoso on Humor Suroboyoan
Ngguyu iku termasuk salah siji hak asasine menungso, dhadhi gak perlu
mbayar. Aku gak masalah lek bukuku iku nyebar nang endhi ae, tapi lek
onok wong sing sampek wani ngomersilno, tak dungakno ngguyu pitung
turunan gak isok mingkem.
by Mas Budhi Santoso on Humor Suroboyoan
Sabtu, 24 Januari 2009
Iblis Pun Terpaksa Bertamu Kepada Rasulullah S.A.W
ini hasil copycat dari Elfatachi yang bikin aku merinding bacanya. selamat merinding!!!!!
Oleh : Muadz bin Jabal dari Ibnu Abbas
Ketika kami sedang bersama Rasulullah S.A.W di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah.
“Wahai penghuni rumah, maukah kalian membukakan pintu? Sebab kalian akan membutuhkanku.”, sapa tamu tersebut.
Rasulullah bersabda, “Tahukah kalian siapa yang memanggil?”.
Kami menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.”.
Beliau melanjutkan, “Itu si Iblis, laknat Allah bersamanya.”.
Umar bin Khattab menanggapi, “izinkan aku membunuhnya, wahai Rasulullah!”.
Rasulullah menahannya. Beliau berkata, “Sabar, wahai Umar! Bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya sebab dia telah diperintahkan untuk ini! Pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik!”.
Ibnu Abbas menuju pintu, lalu dibuka. Ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda. Taringnya terlihat seperti taring babi. Bibirnya seperti bibir sapi.
Iblis berkata, “Salam untuk-Mu, Muhammad! Salam untukmu para hadirin!”.
Rasulullah menghardik, “Salam hanya milik Allah S.W.T! Sebagai makhluk terlaknat, apa keperluanmu?!”.
Iblis menjawab, “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku. Namun, karena terpaksa!”.
Rasulullah menanggapi, “Begitu. Lalu siapa yang memaksamu?!”.
Iblis menjawab, “Seorang Malaikat utusan Allah mendatangiku dan memberitahu bahwa Allah memerintahkanku untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. Kata-Nya, aku harus memberitahu Muhammad tentang cara-caraku dalam menggoda manusia. Kata-Nya juga, aku harus menjawab dengan jujur semua pertanyaan Muhammad. Demi kebesaran Allah, andai aku berdusta satu kali saja, maka Allah akan menjadikan diriku debu yang ditiup angin.”.
Iblis lalu melanjutkan, “Oleh karena itu, aku sekarang mendatangi-Mu. Tanyalah apa yang hendak Kau tanyakan! Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku! Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh!“.
Orang yang Dibenci Iblis
Rasulullah bertanya kepada Iblis, “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”.
Iblis menjawab sambil menuding, “Kamu, Kamu, dan orang seperti-Mu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci!!!”.
Rasulullah melanjutkan, “Siapa lagi selanjutnya?”.
Iblis menjawab, “Pemuda yang bertaqwa yang memberikan dirinya untuk menjadi abdi Allah!”.
Rasulullah kembali melanjutkan, “Lalu siapa lagi?“.
Iblis menjawab, “Orang alim dan wara’ (loyal,red)!”.
Rasulullah terus melanjutkan, “Lalu siapa lagi?”.
Iblis menjawab, “Orang yang selalu bersuci!”.
Rasulullah meneruskan, “Siapa lagi?”.
Iblis kembali menjawab, “Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannya pada orang lain!”.
Rasulullah menanggapi, “Apa tanda kesabarannya?!“.
Iblis pun menjawab, “Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya pada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang-orang yang sabar.”.
Rasulullah masih terus mengejar si Iblis dengan pertanyaan, “Selanjutnya siapa?“.
Iblis menjawab, “Orang kaya yang bersyukur!”.
Rasulullah kembali menanggapi, “Apa tanda kesyukurannya?!”.
Iblis menjawab, “Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.”.
Rasulullah coba bertanya pendapat Iblis tentang para sahabatnya, “Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?“.
Iblis mengemukakan, “Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, lebih-lebih dalam (masa) Islam!“.
Rasulullah bertanya lagi, “Umar bin Khattab?”.
Iblis menjawab, “Demi Allah! Setiap berjumpa dengannya, aku pasti kabur!“.
Rasulullah kembali bertanya, “Usman bin Affan?”.
Iblis menjawab, “Aku malu kepada orang yang bahkan Malaikat pun malu kepadanya!”.
Rasulullah terus mengejar, “Bagaimana dengan Ali bin Abi Thalib?”.
Iblis berpendapat, “Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu!”. (Ali bin Abi Thalib senantiasa berdzikir kepada Allah S.W.T, red).
Amalan yang Dapat Menyakiti Iblis
Rasulullah mencoba menanyakan hal lain, “Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umat-Ku yang hendak shalat?“.
Iblis menjawab, “Aku merasa panas dingin dan gemetar!“.
Rasulullah bertanya heran, “Kenapa?!”.
Iblis menjawab, “Sebab setiap seorang hamba bersujud 1 kali kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”.
Rasulullah kembali bertanya, “Jika seorang umatku berpuasa?“.
Iblis menjawab, “Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka!”.
Rasulullah bertanya lagi, “Jika ia berhaji?”.
Iblis bergidik, “Arrghh, aku seperti orang gila!”.
Rasulullah bertanya lagi, “Jika ia membaca Al-Qur’an?“.
Iblis kembali bergidik, “Aku merasa meleleh laksana timah di atas api!”.
Rasulullah terus bertanya, “Jika ia bersedekah?”.
Iblis menjawab, “Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”.
Rasulullah menanggapi heran, “Lho, kenapa bisa begitu?!”.
Iblis menjawab, “Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya, yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab (tabir, red) antara dirinya dengan api neraka, dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.“.
Rasulullah berujar, “Begitu rupanya. Lalu apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”.
Iblis menjawab, “Suara kuda perang di jalan Allah!”.
Rasulullah bertanya, “Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”.
Iblis menjawab, “Taubat orang yang bertaubat!”.
Rasulullah masih terus bertanya, “Apa yang dapat membakar hatimu?”.
Iblis menjawab, “Istighfar di waktu siang dan malam!”.
Rasulullah bertanya, “Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”.
Iblis pun menjawab, “Sedekah yang diam-diam!”.
Rasulullah meneruskan, “Apa yang dapat menusuk matamu?”.
Iblis kembali menjawab, “Shalat Fajar!”.
Rasulullah masih bertanya, “Apa yang dapat memukul kepalamu?”.
Iblis menjawab, “Shalat berjamaah!”.
Rasulullah melanjutkan, “Apa yang mengganggumu?”.
Iblis menjawab, “Majelis para ulama!”.
Rasulullah coba mengganti pertanyaan, “Bagaimana cara makanmu?”.
Iblis tersenyum, “Dengan tangan kiri dan jariku!”.
Rasulullah melanjutkan, “Di manakah kau menaungi anak-anakmu pada musim panas?”.
Iblis kembali tersenyum, “Di bawah kuku manusia!”.
Manusia yang Menjadi Teman Iblis
Rasulullah bertanya, “Siapa sajakah yang kau anggap temanmu, wahai Iblis?”.
Iblis menjawab sambil tersenyum, “Pemakan riba!”.
Rasulullah melanjutkan, “Yang kau anggap sahabatmu?”.
Iblis terkekeh, “Pezina!“.
Rasulullah masih melanjutkan, “Siapa teman tidurmu?”.
Iblis menjawab, “Pemabuk!”.
Rasulullah meneruskan, “Tamumu?”.
Iblis menjawab, “Pencuri!”.
Rasulullah bertanya lagi, “Siapa utusanmu?”.
Iblis menjawab, “Tukang sihir!”.
Rasulullah melanjutkan, “Apa yang membuatmu gembira?“.
Iblis menjawab, “Bersumpah dengan cerai!”.
Rasulullah bertanya lagi, “Siapa yang menjadi kekasihmu?”.
Iblis pun tertawa, “Orang yang meninggalkan Shalat Jumat!”.
Rasulullah meneruskan, “Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?”.
Iblis kembali tertawa, “Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja!”.
Iblis Tidak Berdaya Di Hadapan Orang yang Ikhlas
Mendengar semua itu, Rasulullah lalu bersabda, “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umat-Ku dan menyengsarakanmu!”.
Iblis segera menimpali, “Tidak…! Tidak…! Tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana Kamu bisa berbahagia dengan umat-Mu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi Yang Menciptakanku dan Memberikanku Kesempatan Hingga Hari Akhir, aku akan menyesatkan mereka semua! Baik yang bodoh maupun yang pintar, baik yang bisa membaca maupun yang tidak bisa membaca, baik yang durjana maupun yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas!”.
Rasulullah terkejut lalu bertanya, “Siapa orang yang ikhlas menurutmu?!”.
Iblis menjawab, “Tidakkah Kamu tahu, wahai Muhammad? Bahwa barangsiapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika Kamu melihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, atau tidak suka pujian dan sanjungan, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku pun akan meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan, hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, maka ia akan sangat patuh padaku!”.
Iblis Dibantu Oleh Milyaran Anaknya
Iblis berkata, “Tahukah Kamu, Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan!”.
“Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama, sebagian untuk mengganggu anak-anak muda, sebagian untuk menganggu orang-orang tua, sebagian untuk mengganggu wanita-wanita tua, dan sebagian anakku juga aku tugaskan kepada para zahid.”.
“Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia, sehingga ia tidur pada waktu shalat berjamaah. Tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.”.
“Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama, sehingga mereka tertidur dan akhirnya pahalanya terhapus.”.
“Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia. Jika seseorang melakukan kebajikan, lalu ia beberkan pada manusia lain, maka 99% pahalanya akan terhapus.”.
“Pada setiap wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.”.
“Syaithan itu juga akan kusuruh berkata agar wanita tersebut mengeluarkan tangannya. Bila ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya.”.
“Mereka, anak-anakku, selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya, untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.”.
“Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, tetapi tentu saja mereka tidak akan merasa!”, ujar Iblis terkekeh.
“Tahukah kamu, Muhammad? Pernah ada seorang alim yang telah beribadah kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya, hingga akhirnya ia berzina, membunuh, dan kufur.”, koar Iblis.
Cara Iblis Menggoda
Sambil menyeringai lebar, Iblis lalu melanjutkan perkataannya, “Tahukah Kamu, Muhammad, dusta berasal dari diriku?”.
“Akulah mahluk pertama yang berdusta!”, ujar Iblis bangga.
“Pendusta adalah sahabatku. Barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.”.
“Tahukah Kamu lagi, Muhammad?”.
“Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar-benar menasihatinya.”.
“Sumpah dusta adalah kegemaranku!”
“Ghibah (bergosip, red) dan namimah (adu domba, red) kesenanganku!”
“Kesaksian palsu kegembiraanku!”
“Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya, ia berada di pinggir dosa, walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barangsiapa membiasakan diri dengan kata cerai, istrinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat, jadi semua anak-anak zina, dan ia masuk neraka hinaya karena satu kalimat, CERAI!”.
“Wahai Muhammad, umat-Mu ada yang suka mengulur-ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya kalau waktu masih lama, kalau kamu masih sibuk, lalu ia menundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu. Maka, shalat itu dipukulkan ke mukanya!” (dalam siksa kubur, red)
“Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun, aku bisikkan ke telinganya agar melihat kiri dan kanannya, lalu ia pun menoleh. Pada saat itu, aku usap ia dengan tanganku dan kucium keningnya, serta aku katakan bahwa shalatnya tidak sah!”.
“Bukankah Kamu tahu, Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.”. (dalam siksa kubur, red)
“Jika ia shalat sendirian, aku suruh ia untuk bergegas. Ia pun shalat seperti ayam yang sedang mematuki beras.”. (terburu-buru, red)
“Jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.”. (tidak sabaran, red)
“Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya, dan wajahnya akan diubah menjadi wajah keledai.”. (dalam siksa kubur, red)
“Jika ia berhasil mengalahkanku lagi, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaithan akan masuk ke dalam dirinya dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia.”.
“Dan ia pun semakin taat padaku!”, Iblis kembali tersenyum pongah.
“Kebahagiaan apa untuk-Mu? Sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. Aku katakan pada mereka bahwa mereka tidak wajib shalat. Shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. Orang sakit dan susah tidak. Jika kehidupan mereka telah berubah, maka barulah shalat!”.
“Ia pun akhirnya mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat, maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.”, ujar Iblis sambil terkekeh.
“Wahai Muhammad, jika saat ini aku berdusta, maka Allah akan menjadikanku debu!”.
“Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umat-Mu? Padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?“, kali ini Iblis terbahak-bahak.
10 Permintaan Iblis Kepada Allah S.W.T
Rasulullah menggelengkan kepala mendengar penuturan Iblis, lalu Ia pun bertanya, “Berapa yang kau minta dari Allah?”.
Iblis membuka jarinya, “Sepuluh macam!”.
Rasulullah melanjutkan, “Apa saja?”.
Iblis menjawab, “Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia. Allah mengizinkan. Allah berfirman, “Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak, dan janjikanlah mereka. Tidaklah janji setan kecuali tipuan.”. (Q.S. Al-Isra : 64, red)
“Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba. Aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan atas nama Allah.”, lanjut Iblis.
“Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung pada Allah. Maka syaithan ikut bersamanya, dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.”.
“Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.”.
“Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.”.
“Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.”.
“Aku minta agar Allah menjadikan syair (lagu, red) sebagai Qur’anku.”.
“Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.”.
“Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang berfoya-foya akan hartanya, terlebih untuk maksiat, sebagai saudaraku.”.
“Bukankah Allah berfirman, “Orang-orang boros adalah saudara-saudara syaithan.”, lanjut Iblis. (Q.S. Al-Isra : 27, red)
“Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.”. (agar Iblis lebih leluasa dalam menggoda, red)
“Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.”. (lewat apa yang dimakan oleh umat Muhammad, red)
“Dan Allah pun mempersilakan. Aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebagian besar manusia akan bersamaku di neraka pada hari kiamat.”, yakin Iblis.
Iblis kembali melanjutkan, “Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah tak mengijinkanku untuk bisa menyesatkan orang sedikitpun. Aku hanya bisa membisiki dan menggodai mereka hingga mereka menyesatkan diri mereka sendiri.”.
“Jika aku bisa menyesatkan, maka tak akan tersisa seorang pun!!!”, kecam Iblis.
“Sebagaimana diri-Mu, Muhammad! Kamu pun tidak bisa memberi hidayah sedikitpun. Kamu hanya Rasul yang menyampaikan amanah Allah! Jika Kamu bisa memberi hidayah, maka tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Bukankah begitu, Muhammad?”, tantang Iblis.
“Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara!!!”, sergah Rasulullah.
“Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Sedangkan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.”.
Rasulullah lalu membaca ayat, “Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah S.W.T.”. (Q.S. Hud : 118-119, red)
Rasulullah juga membaca, “Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku.”. (Q.S. Al-Ahzab : 38, red)
Iblis lalu menanggapi, “Wahai Rasul Allah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para Nabi dan Rasul, pemimpin penduduk surga. Dan yang telah menjadikan aku pemimpin makhluk-makhluk celaka, pemimpin penduduk neraka. Aku si celaka yang terusir!”.
“Ini akhir yang ingin aku sampaikan kepada-Mu. Ketahuilah, kali ini aku tak berbohong!“, gerutu Iblis sambil berlalu dari hadapan Rasulullah.
Oleh : Muadz bin Jabal dari Ibnu Abbas
Ketika kami sedang bersama Rasulullah S.A.W di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah.
“Wahai penghuni rumah, maukah kalian membukakan pintu? Sebab kalian akan membutuhkanku.”, sapa tamu tersebut.
Rasulullah bersabda, “Tahukah kalian siapa yang memanggil?”.
Kami menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.”.
Beliau melanjutkan, “Itu si Iblis, laknat Allah bersamanya.”.
Umar bin Khattab menanggapi, “izinkan aku membunuhnya, wahai Rasulullah!”.
Rasulullah menahannya. Beliau berkata, “Sabar, wahai Umar! Bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya sebab dia telah diperintahkan untuk ini! Pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik!”.
Ibnu Abbas menuju pintu, lalu dibuka. Ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda. Taringnya terlihat seperti taring babi. Bibirnya seperti bibir sapi.
Iblis berkata, “Salam untuk-Mu, Muhammad! Salam untukmu para hadirin!”.
Rasulullah menghardik, “Salam hanya milik Allah S.W.T! Sebagai makhluk terlaknat, apa keperluanmu?!”.
Iblis menjawab, “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku. Namun, karena terpaksa!”.
Rasulullah menanggapi, “Begitu. Lalu siapa yang memaksamu?!”.
Iblis menjawab, “Seorang Malaikat utusan Allah mendatangiku dan memberitahu bahwa Allah memerintahkanku untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. Kata-Nya, aku harus memberitahu Muhammad tentang cara-caraku dalam menggoda manusia. Kata-Nya juga, aku harus menjawab dengan jujur semua pertanyaan Muhammad. Demi kebesaran Allah, andai aku berdusta satu kali saja, maka Allah akan menjadikan diriku debu yang ditiup angin.”.
Iblis lalu melanjutkan, “Oleh karena itu, aku sekarang mendatangi-Mu. Tanyalah apa yang hendak Kau tanyakan! Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku! Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh!“.
Orang yang Dibenci Iblis
Rasulullah bertanya kepada Iblis, “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”.
Iblis menjawab sambil menuding, “Kamu, Kamu, dan orang seperti-Mu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci!!!”.
Rasulullah melanjutkan, “Siapa lagi selanjutnya?”.
Iblis menjawab, “Pemuda yang bertaqwa yang memberikan dirinya untuk menjadi abdi Allah!”.
Rasulullah kembali melanjutkan, “Lalu siapa lagi?“.
Iblis menjawab, “Orang alim dan wara’ (loyal,red)!”.
Rasulullah terus melanjutkan, “Lalu siapa lagi?”.
Iblis menjawab, “Orang yang selalu bersuci!”.
Rasulullah meneruskan, “Siapa lagi?”.
Iblis kembali menjawab, “Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannya pada orang lain!”.
Rasulullah menanggapi, “Apa tanda kesabarannya?!“.
Iblis pun menjawab, “Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya pada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang-orang yang sabar.”.
Rasulullah masih terus mengejar si Iblis dengan pertanyaan, “Selanjutnya siapa?“.
Iblis menjawab, “Orang kaya yang bersyukur!”.
Rasulullah kembali menanggapi, “Apa tanda kesyukurannya?!”.
Iblis menjawab, “Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.”.
Rasulullah coba bertanya pendapat Iblis tentang para sahabatnya, “Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?“.
Iblis mengemukakan, “Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, lebih-lebih dalam (masa) Islam!“.
Rasulullah bertanya lagi, “Umar bin Khattab?”.
Iblis menjawab, “Demi Allah! Setiap berjumpa dengannya, aku pasti kabur!“.
Rasulullah kembali bertanya, “Usman bin Affan?”.
Iblis menjawab, “Aku malu kepada orang yang bahkan Malaikat pun malu kepadanya!”.
Rasulullah terus mengejar, “Bagaimana dengan Ali bin Abi Thalib?”.
Iblis berpendapat, “Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu!”. (Ali bin Abi Thalib senantiasa berdzikir kepada Allah S.W.T, red).
Amalan yang Dapat Menyakiti Iblis
Rasulullah mencoba menanyakan hal lain, “Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umat-Ku yang hendak shalat?“.
Iblis menjawab, “Aku merasa panas dingin dan gemetar!“.
Rasulullah bertanya heran, “Kenapa?!”.
Iblis menjawab, “Sebab setiap seorang hamba bersujud 1 kali kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”.
Rasulullah kembali bertanya, “Jika seorang umatku berpuasa?“.
Iblis menjawab, “Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka!”.
Rasulullah bertanya lagi, “Jika ia berhaji?”.
Iblis bergidik, “Arrghh, aku seperti orang gila!”.
Rasulullah bertanya lagi, “Jika ia membaca Al-Qur’an?“.
Iblis kembali bergidik, “Aku merasa meleleh laksana timah di atas api!”.
Rasulullah terus bertanya, “Jika ia bersedekah?”.
Iblis menjawab, “Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”.
Rasulullah menanggapi heran, “Lho, kenapa bisa begitu?!”.
Iblis menjawab, “Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya, yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab (tabir, red) antara dirinya dengan api neraka, dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.“.
Rasulullah berujar, “Begitu rupanya. Lalu apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”.
Iblis menjawab, “Suara kuda perang di jalan Allah!”.
Rasulullah bertanya, “Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”.
Iblis menjawab, “Taubat orang yang bertaubat!”.
Rasulullah masih terus bertanya, “Apa yang dapat membakar hatimu?”.
Iblis menjawab, “Istighfar di waktu siang dan malam!”.
Rasulullah bertanya, “Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”.
Iblis pun menjawab, “Sedekah yang diam-diam!”.
Rasulullah meneruskan, “Apa yang dapat menusuk matamu?”.
Iblis kembali menjawab, “Shalat Fajar!”.
Rasulullah masih bertanya, “Apa yang dapat memukul kepalamu?”.
Iblis menjawab, “Shalat berjamaah!”.
Rasulullah melanjutkan, “Apa yang mengganggumu?”.
Iblis menjawab, “Majelis para ulama!”.
Rasulullah coba mengganti pertanyaan, “Bagaimana cara makanmu?”.
Iblis tersenyum, “Dengan tangan kiri dan jariku!”.
Rasulullah melanjutkan, “Di manakah kau menaungi anak-anakmu pada musim panas?”.
Iblis kembali tersenyum, “Di bawah kuku manusia!”.
Manusia yang Menjadi Teman Iblis
Rasulullah bertanya, “Siapa sajakah yang kau anggap temanmu, wahai Iblis?”.
Iblis menjawab sambil tersenyum, “Pemakan riba!”.
Rasulullah melanjutkan, “Yang kau anggap sahabatmu?”.
Iblis terkekeh, “Pezina!“.
Rasulullah masih melanjutkan, “Siapa teman tidurmu?”.
Iblis menjawab, “Pemabuk!”.
Rasulullah meneruskan, “Tamumu?”.
Iblis menjawab, “Pencuri!”.
Rasulullah bertanya lagi, “Siapa utusanmu?”.
Iblis menjawab, “Tukang sihir!”.
Rasulullah melanjutkan, “Apa yang membuatmu gembira?“.
Iblis menjawab, “Bersumpah dengan cerai!”.
Rasulullah bertanya lagi, “Siapa yang menjadi kekasihmu?”.
Iblis pun tertawa, “Orang yang meninggalkan Shalat Jumat!”.
Rasulullah meneruskan, “Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?”.
Iblis kembali tertawa, “Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja!”.
Iblis Tidak Berdaya Di Hadapan Orang yang Ikhlas
Mendengar semua itu, Rasulullah lalu bersabda, “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umat-Ku dan menyengsarakanmu!”.
Iblis segera menimpali, “Tidak…! Tidak…! Tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana Kamu bisa berbahagia dengan umat-Mu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi Yang Menciptakanku dan Memberikanku Kesempatan Hingga Hari Akhir, aku akan menyesatkan mereka semua! Baik yang bodoh maupun yang pintar, baik yang bisa membaca maupun yang tidak bisa membaca, baik yang durjana maupun yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas!”.
Rasulullah terkejut lalu bertanya, “Siapa orang yang ikhlas menurutmu?!”.
Iblis menjawab, “Tidakkah Kamu tahu, wahai Muhammad? Bahwa barangsiapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika Kamu melihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, atau tidak suka pujian dan sanjungan, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku pun akan meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan, hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, maka ia akan sangat patuh padaku!”.
Iblis Dibantu Oleh Milyaran Anaknya
Iblis berkata, “Tahukah Kamu, Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan!”.
“Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama, sebagian untuk mengganggu anak-anak muda, sebagian untuk menganggu orang-orang tua, sebagian untuk mengganggu wanita-wanita tua, dan sebagian anakku juga aku tugaskan kepada para zahid.”.
“Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia, sehingga ia tidur pada waktu shalat berjamaah. Tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.”.
“Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama, sehingga mereka tertidur dan akhirnya pahalanya terhapus.”.
“Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia. Jika seseorang melakukan kebajikan, lalu ia beberkan pada manusia lain, maka 99% pahalanya akan terhapus.”.
“Pada setiap wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.”.
“Syaithan itu juga akan kusuruh berkata agar wanita tersebut mengeluarkan tangannya. Bila ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya.”.
“Mereka, anak-anakku, selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya, untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.”.
“Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, tetapi tentu saja mereka tidak akan merasa!”, ujar Iblis terkekeh.
“Tahukah kamu, Muhammad? Pernah ada seorang alim yang telah beribadah kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya, hingga akhirnya ia berzina, membunuh, dan kufur.”, koar Iblis.
Cara Iblis Menggoda
Sambil menyeringai lebar, Iblis lalu melanjutkan perkataannya, “Tahukah Kamu, Muhammad, dusta berasal dari diriku?”.
“Akulah mahluk pertama yang berdusta!”, ujar Iblis bangga.
“Pendusta adalah sahabatku. Barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.”.
“Tahukah Kamu lagi, Muhammad?”.
“Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar-benar menasihatinya.”.
“Sumpah dusta adalah kegemaranku!”
“Ghibah (bergosip, red) dan namimah (adu domba, red) kesenanganku!”
“Kesaksian palsu kegembiraanku!”
“Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya, ia berada di pinggir dosa, walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barangsiapa membiasakan diri dengan kata cerai, istrinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat, jadi semua anak-anak zina, dan ia masuk neraka hinaya karena satu kalimat, CERAI!”.
“Wahai Muhammad, umat-Mu ada yang suka mengulur-ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya kalau waktu masih lama, kalau kamu masih sibuk, lalu ia menundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu. Maka, shalat itu dipukulkan ke mukanya!” (dalam siksa kubur, red)
“Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun, aku bisikkan ke telinganya agar melihat kiri dan kanannya, lalu ia pun menoleh. Pada saat itu, aku usap ia dengan tanganku dan kucium keningnya, serta aku katakan bahwa shalatnya tidak sah!”.
“Bukankah Kamu tahu, Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.”. (dalam siksa kubur, red)
“Jika ia shalat sendirian, aku suruh ia untuk bergegas. Ia pun shalat seperti ayam yang sedang mematuki beras.”. (terburu-buru, red)
“Jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.”. (tidak sabaran, red)
“Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya, dan wajahnya akan diubah menjadi wajah keledai.”. (dalam siksa kubur, red)
“Jika ia berhasil mengalahkanku lagi, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaithan akan masuk ke dalam dirinya dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia.”.
“Dan ia pun semakin taat padaku!”, Iblis kembali tersenyum pongah.
“Kebahagiaan apa untuk-Mu? Sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. Aku katakan pada mereka bahwa mereka tidak wajib shalat. Shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. Orang sakit dan susah tidak. Jika kehidupan mereka telah berubah, maka barulah shalat!”.
“Ia pun akhirnya mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat, maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.”, ujar Iblis sambil terkekeh.
“Wahai Muhammad, jika saat ini aku berdusta, maka Allah akan menjadikanku debu!”.
“Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umat-Mu? Padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?“, kali ini Iblis terbahak-bahak.
10 Permintaan Iblis Kepada Allah S.W.T
Rasulullah menggelengkan kepala mendengar penuturan Iblis, lalu Ia pun bertanya, “Berapa yang kau minta dari Allah?”.
Iblis membuka jarinya, “Sepuluh macam!”.
Rasulullah melanjutkan, “Apa saja?”.
Iblis menjawab, “Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia. Allah mengizinkan. Allah berfirman, “Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak, dan janjikanlah mereka. Tidaklah janji setan kecuali tipuan.”. (Q.S. Al-Isra : 64, red)
“Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba. Aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan atas nama Allah.”, lanjut Iblis.
“Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung pada Allah. Maka syaithan ikut bersamanya, dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.”.
“Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.”.
“Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.”.
“Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.”.
“Aku minta agar Allah menjadikan syair (lagu, red) sebagai Qur’anku.”.
“Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.”.
“Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang berfoya-foya akan hartanya, terlebih untuk maksiat, sebagai saudaraku.”.
“Bukankah Allah berfirman, “Orang-orang boros adalah saudara-saudara syaithan.”, lanjut Iblis. (Q.S. Al-Isra : 27, red)
“Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.”. (agar Iblis lebih leluasa dalam menggoda, red)
“Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.”. (lewat apa yang dimakan oleh umat Muhammad, red)
“Dan Allah pun mempersilakan. Aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebagian besar manusia akan bersamaku di neraka pada hari kiamat.”, yakin Iblis.
Iblis kembali melanjutkan, “Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah tak mengijinkanku untuk bisa menyesatkan orang sedikitpun. Aku hanya bisa membisiki dan menggodai mereka hingga mereka menyesatkan diri mereka sendiri.”.
“Jika aku bisa menyesatkan, maka tak akan tersisa seorang pun!!!”, kecam Iblis.
“Sebagaimana diri-Mu, Muhammad! Kamu pun tidak bisa memberi hidayah sedikitpun. Kamu hanya Rasul yang menyampaikan amanah Allah! Jika Kamu bisa memberi hidayah, maka tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Bukankah begitu, Muhammad?”, tantang Iblis.
“Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara!!!”, sergah Rasulullah.
“Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Sedangkan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.”.
Rasulullah lalu membaca ayat, “Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah S.W.T.”. (Q.S. Hud : 118-119, red)
Rasulullah juga membaca, “Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku.”. (Q.S. Al-Ahzab : 38, red)
Iblis lalu menanggapi, “Wahai Rasul Allah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para Nabi dan Rasul, pemimpin penduduk surga. Dan yang telah menjadikan aku pemimpin makhluk-makhluk celaka, pemimpin penduduk neraka. Aku si celaka yang terusir!”.
“Ini akhir yang ingin aku sampaikan kepada-Mu. Ketahuilah, kali ini aku tak berbohong!“, gerutu Iblis sambil berlalu dari hadapan Rasulullah.
Wejangan Mas Cipti
Menurut wejangan mas Cipti yg berasal dari tanah laskar pelangi, komputer ngadat bin rewel biasanya gara2 kebanyakan diisi hal-hal mesum. Benarkah? hmmm... bebarapa hari lalu aq emang dapet gambar2 seronok dari folder2 warnet. Gile man mpe 400 MB gambar seronoknya, ente bayangin sendri dah kira2 ada berapa ribu gambar di dalamnya uwiiiih mpe bosen liatnya.
Hari berganti hari si item sehat2 aja seperti biasa... so q anggap wejangan mas Cipti tu ga berlaku buat si item. Program2 bajakan dan free masih berjalan seperti sedia kala. Kemudian sampailah hari dimana tepatnya 2 hari yang lalu si item batuk2 mulai gampang nge-hang. Dan yang paling parah adalah CD-RW si item ga mau baca Celana Dalem (CD) khusus buat komputer parahnya lagi DVD-ROM merek ASUSu yang melekat setia pada si item juga ikut2an ga mau kedetect kyaaaaa semakin pilu hatiku melihat kondisi si item. Udah ngehang, CD-RW ngadat, plus DVD-ROM nya hidden... parah bener2 parah.
Akhirnya aq baru yakin klo si Item ngerti klo tindakan mesum itu ga baek buat kesehatan komputer dan mental si pemakai, jadilah dia ngadat bwt ngingetin aq klo aq dah melenceng dari jalur yang benar. Hufffff thanks ya item dah mau ngadat aq jadi inget hal esensi ttg idup. Aq jadi inget tausiyah yg tak denger di suatu sore di radio, klo benda hidup atao mati di sekitar kita tidak berlaku sebagaimana mestinya pasti ada maksiat atau kelalaian terhadap perintah agama yg telah kita lakukan dan butuh segara diperbaiki.
Coba ente inget2 kira2 kesialan apa atau hambatan apa yang ente alamin beberapa hari ini dan kira2 ada maksiat apa yang ente lakuin. Klo ente seinget ente ga ada maksiat yg ente lakuin tapi tetep aja ada masalah ya anggap aja itu ujian dari Alloh bwt ningkatin kadar keimanan n ketaqwaan ente. Tapi klo ente tetep maksiat tapi ga ada yang terjadi aq ga ngerti kira2 ada apa n apa yang akan terjadi selanjutnya.
Buat si item maksih berat yaaaa aq jadi inget tugas utamaq sbg mahasiswa semester akhir buat nyelesaiin tugas akhir n belajar tentang hidup dan kehidupan, trus cepet2 kerja biar bisa cari adik baru buat km biar km bisa segera pensiun atau berubah jadi bentuk lain yang lebih berguna. Jangan ngadat lagi ya? klo aq mulai aneh2 lagi km jangan capek2 buat nggetin aq ato ngambek total.
Aduh ngeri juga aq nulis ini, terus terang ae masih bejibun kemaksiatan dan kelalaian yang aq lakuin tapi paling engga ini bisa jadi peringatan buat diriku sendiri n sebagai tali pengekang diriku klo aq ga terkontrol. Trus selanjutnya apa yang sebaiknya qt lakuin? ya itu tadi belajar trus diamalkan. Jangan cuman jadi sekedar bahan bacaan. Wal'affu minkum. Wassalamu'alaikum WR. WB.
Hari berganti hari si item sehat2 aja seperti biasa... so q anggap wejangan mas Cipti tu ga berlaku buat si item. Program2 bajakan dan free masih berjalan seperti sedia kala. Kemudian sampailah hari dimana tepatnya 2 hari yang lalu si item batuk2 mulai gampang nge-hang. Dan yang paling parah adalah CD-RW si item ga mau baca Celana Dalem (CD) khusus buat komputer parahnya lagi DVD-ROM merek ASUSu yang melekat setia pada si item juga ikut2an ga mau kedetect kyaaaaa semakin pilu hatiku melihat kondisi si item. Udah ngehang, CD-RW ngadat, plus DVD-ROM nya hidden... parah bener2 parah.
Akhirnya aq baru yakin klo si Item ngerti klo tindakan mesum itu ga baek buat kesehatan komputer dan mental si pemakai, jadilah dia ngadat bwt ngingetin aq klo aq dah melenceng dari jalur yang benar. Hufffff thanks ya item dah mau ngadat aq jadi inget hal esensi ttg idup. Aq jadi inget tausiyah yg tak denger di suatu sore di radio, klo benda hidup atao mati di sekitar kita tidak berlaku sebagaimana mestinya pasti ada maksiat atau kelalaian terhadap perintah agama yg telah kita lakukan dan butuh segara diperbaiki.
Coba ente inget2 kira2 kesialan apa atau hambatan apa yang ente alamin beberapa hari ini dan kira2 ada maksiat apa yang ente lakuin. Klo ente seinget ente ga ada maksiat yg ente lakuin tapi tetep aja ada masalah ya anggap aja itu ujian dari Alloh bwt ningkatin kadar keimanan n ketaqwaan ente. Tapi klo ente tetep maksiat tapi ga ada yang terjadi aq ga ngerti kira2 ada apa n apa yang akan terjadi selanjutnya.
Buat si item maksih berat yaaaa aq jadi inget tugas utamaq sbg mahasiswa semester akhir buat nyelesaiin tugas akhir n belajar tentang hidup dan kehidupan, trus cepet2 kerja biar bisa cari adik baru buat km biar km bisa segera pensiun atau berubah jadi bentuk lain yang lebih berguna. Jangan ngadat lagi ya? klo aq mulai aneh2 lagi km jangan capek2 buat nggetin aq ato ngambek total.
Aduh ngeri juga aq nulis ini, terus terang ae masih bejibun kemaksiatan dan kelalaian yang aq lakuin tapi paling engga ini bisa jadi peringatan buat diriku sendiri n sebagai tali pengekang diriku klo aq ga terkontrol. Trus selanjutnya apa yang sebaiknya qt lakuin? ya itu tadi belajar trus diamalkan. Jangan cuman jadi sekedar bahan bacaan. Wal'affu minkum. Wassalamu'alaikum WR. WB.
akhirnya blogspot juga!!!
Akhirnya pake blogspot juga saya. Setelah melanglang buana mencari provider blog gratisan yang asoy geboy. Mulai dari wordpress.COM, Wordpress.ORG, Blogdirve, blogdetik, blognya FS, Blogspot. Semuanya punya kelebihan dan kekurangan.
Beberapa hari kemaren liat2 desain kaos AKFG yang akan saya pesen dari seorang temen di http://roninheart.blogspot.com. Timbullah nafsu untuk bikin blog lagi. Emang beberapa tahun lalu saya pernah bikin blog di blogspot. Tapi karena pas sibuk waktu itu dan lebih menggilai FS ya jadilah blog itu terbengkalai saya juga lupa nama blognya apaan.
Akhirnya kemaren sekitar tanggal 20 Januari 2009 saya bikin blog di blogspot. Kenapa saya milih blogspot karena theme-nya bisa diedit via-HTML so it will give us freedom to design our blog presentation. Trus akses buka blognya lumayan cepet krna pas nyoba buka blogku di warnet yang lelet, blogq cepet juga loadingnya, voila!!! Awal-awalnya si saya bingung sama dasbor-nya blogspot, dasar gaptek.
Esoknya tanggal 23 Januari 2009 dengan hidung yang terus menjadi sumber lendir, dengan biadabnya saya ngeupload theme langit. Dan setelah di-preview wow keren juga yach. He he he pada dasarnya saya lebih menghargai esensi atau isi sesuatu daripada tampilan luar. Tapi karena blog itu berjenis feminim so blog harus tampil menarik walo isi gak berkualitas. Berhubung ini blog pribadi, jadi suka-suka saya dong mau tampilan blog kaya' apa n isinya apaan, ya kan? (hw ah aha haha ha ant jahat dan otoriter mulai keluar) Yang penting bisa dipertanggungjawabkan.
Karena themenya belum sempurna jadi perlu diedit ulang. Oke setelah berjibaku dengan skrip HTML di blogspot tampilan blogku jadi juga. Tapi parahnya adalah pastingannya ga bisa diliat dan ga bisa dikasih komentar. Nah lho, lha kalo postingan dan komentarnya ga bisa diliat ngapain saya bikin blog? mending saya jualan nasi rawon di pasar dinoyo cuy mhe he he he. Hiks2 hampir patah semangatku bikin blog di blogspot. Tapi entah kenapa kok tiba2 saya menggila untuk otak-atik settingan dari blogspot dan akhirnya kelar juga blog ini. Dan alhamdulillah ketemu juga kenapa kok kaya' gitu perilaku blogku tadi. Dan tak terasa saya telah berjibaku dengan blogspot selama 4 jam wuihhhh gileee disertai lendir yang terus-menerus mengalir tiada henti.
Pas di rumah timbul niat busuk untuk mengganti header dan side header default dari theme blog saya. Karena saya gak ngerti blas dengan yang namanya programing ya agak muskil klo saya ngedesain theme pake skrip. Jadilah saya cuman bisa ngedit gambarnya ajah. Pagi2 tanggal 24 januari akhirnya selesai juga uplot haeder dan side header theme yang lebih personal. Jadilah tampilan blog ini seperti yang anda lihat. Alhamdulillah.
Sebenarnya, pertengahan 2008 saya mulai belajar pake wordpress.ORG setelah mengetahui klo adanya domain dan webhosting gratisan (namanya juga manusia, klo ada yang gratisan ngapain harus bayar? hw hw hw hw wha ha dasar pelit). Woow dengan semangatnya saya begadang bikinnya. Cari nama domain yang keren plus theme WP yang oke punya. Dan klo ntu blog blum digusur sama yang punya server dapat dikunjungi di http://twelveants.co.cc. Tapi entah kenapa saya lupa username dan password buat login ke web-hostingnya waduuuh parah deh. Lagian ntu blog berkecepatan siput loadingnya dan ga bisa diakses dari kampus, mampus.Yah dengan terpakasa meninggalkan .co.cc karena sebab2 di atas.
Beberapa waktu kemudian saya beralih ke blog-nya FS, ya walo mendapat tanggapan komentar dari beberapa temen (keliatan klo ngarep dapat komentar :-D), tapi akhir2 ini FS jarang saya masukin apa pasal? karena saya lupa password FS saya LOL. Yaa ngerti si klo dapat di-resend passwordnya via e-mail. Akhirnya blog-FSq terbengkalai. Selain itu saya mulai naksir facebook yang minimalis tapi eyecathcing. Selain itu fitur blog FS yang pake Wordpress ternyata terbatas banget gak seperti fitur wordpress yang asli. Lagian beberapa bulan terakhir FS melambat dan ga aman.
Pas pake facebook ada niatan bikin blog di tab Notes-nya. Tapi masalahnya adalah penghuni dunia maya yang ga punya account facebook ga bisa mengakses notes itu. Ya jadilah facebook ta manfaatin sebagai ajang silaturrahmi di dunia maya. Just say hay to friends n my familiy plus write sumthin' on their wall.
Pekerjaan selanjutnya dalam per-blog-an adalah memposting tulisan2 saya maupun tulisan orang lain yang inspiring yang ngendon di "si item" trus mencari penyebab apa saja yang dapat membuat saya eksis dan semangat ngeblog. Pada dasarnya blog adalah tulis menulis dan para sahabat Nabi Muhammad SAW dulu kan juga sudah mulai menulis wahyu yang diturunkan kepada beliau. Jadi apa salahnya klo saya meneruskan tradisi mereka dalam era digital IT ini. Membagikan hikmah yang saya dapat.
Sebagai ending, alamat blog ini berkonotasi negatif ya? Mhe he he tapi setelah merenung sejenak kok rasanya nama alamat ini bisa juga dimaknai lain. Apa itu? semoga jatah umur saya masih ada buat menuliskan apa itu. Sekian wassalam.
Malang, 24 Januari 2009. 11:05 WIB
Beberapa hari kemaren liat2 desain kaos AKFG yang akan saya pesen dari seorang temen di http://roninheart.blogspot.com. Timbullah nafsu untuk bikin blog lagi. Emang beberapa tahun lalu saya pernah bikin blog di blogspot. Tapi karena pas sibuk waktu itu dan lebih menggilai FS ya jadilah blog itu terbengkalai saya juga lupa nama blognya apaan.
Akhirnya kemaren sekitar tanggal 20 Januari 2009 saya bikin blog di blogspot. Kenapa saya milih blogspot karena theme-nya bisa diedit via-HTML so it will give us freedom to design our blog presentation. Trus akses buka blognya lumayan cepet krna pas nyoba buka blogku di warnet yang lelet, blogq cepet juga loadingnya, voila!!! Awal-awalnya si saya bingung sama dasbor-nya blogspot, dasar gaptek.
Esoknya tanggal 23 Januari 2009 dengan hidung yang terus menjadi sumber lendir, dengan biadabnya saya ngeupload theme langit. Dan setelah di-preview wow keren juga yach. He he he pada dasarnya saya lebih menghargai esensi atau isi sesuatu daripada tampilan luar. Tapi karena blog itu berjenis feminim so blog harus tampil menarik walo isi gak berkualitas. Berhubung ini blog pribadi, jadi suka-suka saya dong mau tampilan blog kaya' apa n isinya apaan, ya kan? (hw ah aha haha ha ant jahat dan otoriter mulai keluar) Yang penting bisa dipertanggungjawabkan.
Karena themenya belum sempurna jadi perlu diedit ulang. Oke setelah berjibaku dengan skrip HTML di blogspot tampilan blogku jadi juga. Tapi parahnya adalah pastingannya ga bisa diliat dan ga bisa dikasih komentar. Nah lho, lha kalo postingan dan komentarnya ga bisa diliat ngapain saya bikin blog? mending saya jualan nasi rawon di pasar dinoyo cuy mhe he he he. Hiks2 hampir patah semangatku bikin blog di blogspot. Tapi entah kenapa kok tiba2 saya menggila untuk otak-atik settingan dari blogspot dan akhirnya kelar juga blog ini. Dan alhamdulillah ketemu juga kenapa kok kaya' gitu perilaku blogku tadi. Dan tak terasa saya telah berjibaku dengan blogspot selama 4 jam wuihhhh gileee disertai lendir yang terus-menerus mengalir tiada henti.
Pas di rumah timbul niat busuk untuk mengganti header dan side header default dari theme blog saya. Karena saya gak ngerti blas dengan yang namanya programing ya agak muskil klo saya ngedesain theme pake skrip. Jadilah saya cuman bisa ngedit gambarnya ajah. Pagi2 tanggal 24 januari akhirnya selesai juga uplot haeder dan side header theme yang lebih personal. Jadilah tampilan blog ini seperti yang anda lihat. Alhamdulillah.
Sebenarnya, pertengahan 2008 saya mulai belajar pake wordpress.ORG setelah mengetahui klo adanya domain dan webhosting gratisan (namanya juga manusia, klo ada yang gratisan ngapain harus bayar? hw hw hw hw wha ha dasar pelit). Woow dengan semangatnya saya begadang bikinnya. Cari nama domain yang keren plus theme WP yang oke punya. Dan klo ntu blog blum digusur sama yang punya server dapat dikunjungi di http://twelveants.co.cc. Tapi entah kenapa saya lupa username dan password buat login ke web-hostingnya waduuuh parah deh. Lagian ntu blog berkecepatan siput loadingnya dan ga bisa diakses dari kampus, mampus.Yah dengan terpakasa meninggalkan .co.cc karena sebab2 di atas.
Beberapa waktu kemudian saya beralih ke blog-nya FS, ya walo mendapat tanggapan komentar dari beberapa temen (keliatan klo ngarep dapat komentar :-D), tapi akhir2 ini FS jarang saya masukin apa pasal? karena saya lupa password FS saya LOL. Yaa ngerti si klo dapat di-resend passwordnya via e-mail. Akhirnya blog-FSq terbengkalai. Selain itu saya mulai naksir facebook yang minimalis tapi eyecathcing. Selain itu fitur blog FS yang pake Wordpress ternyata terbatas banget gak seperti fitur wordpress yang asli. Lagian beberapa bulan terakhir FS melambat dan ga aman.
Pas pake facebook ada niatan bikin blog di tab Notes-nya. Tapi masalahnya adalah penghuni dunia maya yang ga punya account facebook ga bisa mengakses notes itu. Ya jadilah facebook ta manfaatin sebagai ajang silaturrahmi di dunia maya. Just say hay to friends n my familiy plus write sumthin' on their wall.
Pekerjaan selanjutnya dalam per-blog-an adalah memposting tulisan2 saya maupun tulisan orang lain yang inspiring yang ngendon di "si item" trus mencari penyebab apa saja yang dapat membuat saya eksis dan semangat ngeblog. Pada dasarnya blog adalah tulis menulis dan para sahabat Nabi Muhammad SAW dulu kan juga sudah mulai menulis wahyu yang diturunkan kepada beliau. Jadi apa salahnya klo saya meneruskan tradisi mereka dalam era digital IT ini. Membagikan hikmah yang saya dapat.
Sebagai ending, alamat blog ini berkonotasi negatif ya? Mhe he he tapi setelah merenung sejenak kok rasanya nama alamat ini bisa juga dimaknai lain. Apa itu? semoga jatah umur saya masih ada buat menuliskan apa itu. Sekian wassalam.
Malang, 24 Januari 2009. 11:05 WIB
Langganan:
Postingan (Atom)